Konversi Agama 1

1. Pengertian Konversi Agama
Konversi agama (religious conversion) secara umum dapat di artikan
dengan berubah agama ataupun masuk agama. Menurut Thouless (1992), konversi
agama adalah istilah yang pada umumnya diberikan untuk proses yang menjurus
kepada penerimaan suatu sikap keagamaan, proses itu bisa terjadi secara
berangsur-angsur atau secara tiba-tiba.
Pengertian konversi agama menurut etimologi konversi berasal dari kata
latin “conversio” yang berarti tobat pindah, berubah (agama). Selanjutnya kata
tersebut dipakai dalam kata Inggris “conversion” yang mengandung pengertian:
berubah dari suatu keadaan, atau dari suatu agama ke agama lain (change from
one state, or from one religion, to another). Berdasarkan arti kata-kata tersebut
dapat di simpulkan bahwa konversi agama mengandung pengertian: bertobat,
berubah agama, berbalik pendirian (berlawanan arah) terhadap ajaran agama atau
masuk ke dalam agama.
Ada beberapa pendapat tentang pengertian konversi agama antara lain:
a. Heirich (dalam Ramayulis, 2002) mengatakan bahwa konversi agama
adalah merupakan suatu tindakan dimana seseorang atau sekelompok orang
masuk atau berpindah kesuatu sistem kepercayaan atau perilaku yang berlawanan
dengan kepercayaan sebelumnya.
b. James (dalam Ramayulis, 2002) mengatakan konversi agama adalah
dengan kata kata:
“to be converted, to be regenerated, to recive grace, to experience religion,
to gain an assurance, are so many phrases which denote to the process,
gradual or sudden, by which a self hitherro devide, and consciously wrong
inferior and unhappy, becomes unified and consciously right superior and
happy, in consequence of its firmer hold upon religious realities”.
“berubah, digenerasikan, untuk menerima kesukaan, untuk menjalani pengalaman
beragama, untuk mendapatkan kepastian adalah banyaknya ungkapan pada proses
baik itu berangsur-angsur atau tiba-tiba, yang di lakukan secara sadar dan
terpisah-pisah, kuran bahagia dalam konsekuensi penganutnya yang berlandaskan
kenyataan beragama”.
c. Clark (dalam Daradjat, 1979), memberikan definisi konversi sebagai
berikut: konversi agama sebagai suatu macam pertumbuhan atau perkembangan
spiritual yang mengandung perubahan arah yang cukup berarti, dalam sikap
terhadap ajaran dan tindak agama. Lebih jelas dan lebih tegas lagi, konversi
agama menunjukan bahwa suatu perubahan emosi yang tiba-tiba kearah mendapat
hidayah Allah SWT secara mendadak, telah terjadi, yang mungkin saja sangat
mendalam atau dangkal, dan mungkin pula terjadi perubahan tersebut secara
berangsur-angsur.
Ciri-ciri seseorang melakukan konversi agama, menurut Ramayulis
(2002) adalah
a. Adanya perubahan arah pandangan dan keyakinan seseorang terhadap
agama dan kepercayaan yang dianutnya.
b. Perubahan yang terjadi di pengaruhi kondisi kejiwaan sehingga
perubahan dapat terjadi secara berperoses atau secara mendadak.
c. Perubahan tersebut bukan hanya berlaku bagi perpindahan kepercayaan
dari suatu agama ke agama lain tetapi juga termasuk perubahan pandangan
terhadap agama yang di anutnya sendiri.
d. Selain faktor kejiwaan dan kondisi lingkungan maka perubahan itupun
disebabkan faktor petunjuk dari yang maha kuasa.
Menurut Moqsith (http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/),
jenis-jenis konversi agama di bedakan menjadi dua, yaitu:
a. Konversi internal, terjadi saat seseorang pindah dari mazhab dan
perspektif tertentu ke mazhab dan perspektif lain, tetapi masih dalam lingkungan
agama yang sama.
b. Konversi eksternal, terjadi jika seseorang pindah dari satu agama ke
agama lain.
Menurut Abdalla (http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/),
senada dengan apa yang telah di ungkapkan Moqsith, konversi internal terjadi
dalam satu agama, dalam artian pola pikir dan pandang seseorang berubah, ada
yang dihilangkan dan tidak menutup kemungkinan banyak yang ditambahkan
(ibadah), tetapi konsep ketuhanan tetap sama. Sedangkan dalam konversi
eksternal pindah keyakinan ke konsep yang benar-benar berbeda dengan konsep
keyakinan sebelumnya.
Dari uraian di atas maka dapat di simpulkan bahwa pengertian konversi
agama adalah merupakan suatu tindakan dimana seseorang atau sekelompok
orang masuk atau berpindah kesuatu sistem kepercayaan atau perilaku ke sistem
kepercayaan yang lain.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.