SKIZOFRENIA

SKIZOFRENIA adalah gangguan yang kompleks yang dapat muncul dalam beberapa bentuk.

GEJALA

Ada 2 kategori gejala:
1. gejala positif = gejala tipe I  ditandai munculnya persepsi, pikiran, dan perilaku yang tidak biasa secara menonjol, misalnya: halusinasi, delusi, pikiran dan pembicaraan kacau, dan perilaku katatonik.
2. gejala negatif = gejala tipe II  ditandai hilangnya atau berkurangnya kemampuan di area tertentu, misalnya tidak munculnya perilaku tertentu, afek datar, dan alogia (tidak mau bicara).

Selain gejala2 tsb, terdapat beberapa ciri lain skizofrenia, yang sebenarnya bukan kriteria formal untuk diagnosa namun sering muncul sebagai gejala, yaitu:
1. afek yang tidak tepat (mis. Tertawa saat sedih dan menangis saat bahagia),
2. anhedonia (kehilangan kemampuan untuk merasakan emosi ttt, apapun yang dialami tidak dapat merasakan sedih atau gembira), dan
3. ketrampilan sosial yang terganggu (mis. kesulitan memulai pembicaraan, memelihara hubungan sosial, dan mempertahankan pekerjaan).

BEBERAPA GEJALA POSITIF SKIZOFRENIA

GEJALA DEFINISI & CONTOH
DELUSI Kepercayaan yang tidak sesuai realita; mis. Merasa dirinya Nabi
HALUSINASI Pengalaman indrawi yang tidak nyata; mis. Merasa melihat, mendengar, atau membaui sesuatu yang sebenarnya tidak ada
PIKIRAN DAN BICARA KACAU Pola bicara yang kacau; mis. ‘tidak nyambung’, menyambung kata berdasar bunyinya yang tidak ada artinya
PERILAKU KACAU ATAU KATATONIK Perilaku sangat tidak dapat diramalkan, aneh, dan sangat tidak bertanggung jawab; mis. Tidak bergerak sama sekali dalam waktu lama, tiba-tiba melompat-lompat tanpa tujuan.
Delusi sendiri ada beberapa tipe, lihat PPDGJ III.
BEBERAPA GEJALA NEGATIF SKIZOFRENIA

GEJALA DEFINISI & CONTOH
AFEK DATAR secara emosi tidak mampu memberi respon thd lingkungan sekitarnya; mis. Ketika bicara ekspresi tidak sesuai, tidak ada ekspresi sedih ketika situasi sedih
ALOGIA Tidak mau bicara atau minimal; mis. Membisu bbrp hari
AVOLITION Tidak mampu melakukan tugas berdasar tujuan tertentu (dalam jangka lama); mis. Tidak mampu mandi sendiri, makan sampai selesai, dll.

DIAGNOSA

 Dikenal sebagai gangguan psikologis sejak awal 1800-an
 Kraepelin menyebut dementia praecox (precocious dementia)  gangguan sebagai akibat kemunduran fungsi otak lebih awal
 Eugen Bleuler  schizophrenia, dari bahasa Yunani, Schizein = terbelah dan phren = pikiran  gangguan berupa terbelahnya fungsi psikis dari asosiasi mental, pikiran, dan emosi.
 Sekarang diagnosa berdasar criteria dari DSM-IV, yaitu: adanya gejala yang parah paling tidak selama 1 bulan dan munculnya beberapa gejala paling tidak selama 6 bulan terakhir.
A. Gejala dasar: 2 atau lebih gejala berikut paling tidak selama 1 bulan.
a. Delusi
b. Halusinasi
c. Bicara kacau
d. Motorik kasar terganggu atau perilaku katatonik
e. Gejala negatif
B. Fungsi sosial/pekerjaan: gangguan nyata dalam pekerjaan, prestasi belajar, hubungan interpersonal, dan atau perawatan diri sendiri.
C. Durasi: gangguan berlanjut paling tidak selama 6 bulan, minimal 1 bulan dalam periode ini menunjukkan gejala yang masuk criteria A.

Untuk pedoman diagnosa lebih detail, lihat PPDGJ III.

BEBERAPA TIPE SKIZOFRENIA

TIPE CIRI UTAMA
SKI. PARANOID Deluasi (waham) dan halusinasi dengan tema curiga, diancam, atau waham kebesaran
DISORGANIZED SCHI. Pikiran, bicara, dan perilaku ‘tidak nyambung’, emosi datar atau tidak tepat
SKI. KATATONIK Hampir tidak ada respon thd lingkungan, aspek motorik dan verbal sangat terganggu
UNDIFFERENTIATED SCHI. Klien masuk criteria skizofren tapi tidak dapat masuk kelompok paranoid, disorganized, ataupun katatonik
SKI. RESIDUAL Ada riwayat minimal 1 episode gejala positif yang akut tetapi saat ini tidak menampakkan gejala positif

PROGNOSIS

Skizofrenia sifatnya adalah gangguan yang lebih kronis dan melemahkan dibandingkan gangguan mental yang lain.
 50-80% pasien skizofrenia yang pernah dirawat di RS akan kambuh
 harapan hidup pasien skizofrenia 10 tahun lebih pendek daripada non pasien skizofrenia
 pasien skizofrenia resiko tinggi terhadap gangguan infeksi dan penyakit2 sistem peredaran darah
 10% pasien skizofrenia resiko bunuh diri
 Beberapa factor yang turut berperan dalam prognosis skizofrenia: usia, jenis kelamin, dan sosial budaya

PENDEKATAN TEORITIS TERHADAP SKIZOFRENIA

Beberapa pendekatan teori dalam memandang penyebab skizofrenia dapat dilihat secara jelas dalam tabel-tabel berikut:

TEORI-TEORI BIOLOGI

TEORI DESKRIPSI
Teori genetik Gangguan gen menyebabkan skizofrenia atau minimal rentan thd skizofrenia
Abnormalitas struktur otak Pembesaran jantung mungkin mengindikasikan melemahnya fungsi beberapa area otak, memunculkan berkurangnya fungsi kognitif dan emosi. Penurunan volume dan kepadatan neuron di frontal & temporal cortex dan area limbic menyebabkan berkurangnya fungsi emosi dan kognitif.
Komplikasi saat kelahiran Komplikasi saat lahir, terutama kurangnya oksigen saat lahir menyebabkan kerusakan otak
Terpapar virus saat di kandungan Infeksi virus saat di kandungan merusak otak (mis. Virus TORCH)
Teori neurotransmiter Ketidakseimbangan tingkat atau reseptor dopamine memunculkan gejala, serotonin, GABA, dan glutamat juga turut berperan

SUDUT PANDANG PSIKO-SOSIAL

Meskipun skizofrenia sangat terkait dengan factor biologis, namun banyak riset menunjukkan bahwa factor sosial juga berperan dalam munculnya skizofrenia. Faktor sosial ini meningkatkan resiko kambuhnya skizofrenia tetapi tidak secara langsung menentukan kapan munculnya skizofrenia pertama kali.

SUDUT PANDANG DESKRIPSI
Teori psikodinamik Penolakan ibu saat bayi menyebabkan anak kehilangan kemampuan membedakan antara kenyataan dan non-realita
Pola komunikasi Komunikasi yang tidak lazim antara bayi dan pengasuh di awal kehidupannya (pada bayi dg resiko skizofrenia) mengganggu perkembangan kemampuan bayi untuk berkomunikasi dg orang lain dan meningkatkan stress
Ekspresi emosi Keluarga yang terlalu mengatur dan memusuhi anggotanya yang skizofrenia meningkatkan stress, yang membuatnya kambuh
Penyimpangan sosial dan lingkungan urban Skizofrenia mengganggu fungsi individu dan membuat dia kehilangan status sosial; orang2 di lingkungan urban yang miskin meningkatkan resiko terkea penyakit2 prenatal dan kemungkinan terluka yang menyebabkan skizofrenia
Stress & kambuh Bermacam kejadian yang penuh tekanan meningkatkan kemungkinan kambuh
Teori perilakuan Orang skizofrenia mendapatkan stimulus yang tidak tepat dari lingkungan dan tidak tahu respon yang dapat diterima secara sosial oleh orang lain di lingkungannya
Teori kognitif Gejala skizofrenia muncul dari respon individu terhadap pengalaman indrawi yang aneh.

TRITMEN UNTUK SKIZOFRENIA

Pasien skizofrenia memerlukan tritmen yang komprehensif, artinya memberikan tritmen medis untuk menghilangkan gejala, terapi (psikologis) untuk membantu mereka beradaptasi dengan konsekuensi/akibat dari gangguan tsb, dan layanan sosial untuk membantu mereka dapat kembali hidup di masyarakat dan menjamin mereka dapat memperoleh akses untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Berikut beberapa tritmen yang biasanya diberikan kepada pasien skizofrenia.

TRITMEN UNTUK SKIZOFRENIA

TRITMEN KETERANGAN
Tritmen biologis: terapi obat Pemberian obat2an anti psikotik, minyak ikan
Tritmen sosial dan psikologis – intervensi perilaku, kognitif, dan sosial (melatih ketrampilan berbicara, ketrampilan mengelola diri sendiri, ketrampilan mengelola gejala, terapi kelompok, melatih ketrampilan kerja, dll)
– terapi keluarga (melatih keluarga bagaimana menghadapi perilaku anggotanya yang menderita skizofrenia agar tidak kambuh)
– program tritmen komunitas asertif (menyediakan layanan komprehensif bagi pasien skizofrenia dg dokter ahli, pekerja sosial, & psikolog yang dapat mereka akses setiap saat-terutama bagi yang tidak memiliki keluarga)  tapi di Indonesia masih terlalu mewah ya?
Tritmen lintas budaya Penyembuhan tradisional (dengan doa-doa, upacara adat, jamu, dll) sesuai budaya setempat

About these ads

11 Responses

  1. Bagus,tingkatkan terus
    semoga sukses

  2. memang penyakit ini membutuhkan tritmen tritmen yang komprehensif tidak hanya satu tritmen saja, karena penyakit ini sangat komplek. penyakit ini tidak saja mengganggu penderita nya tetapi juga keluarga terdekat adan terkena dampaknya secara langsung maupun tidak langsung. kita tidak boleh mengesampingkan stigma yang berkembang di masyarakat tentang penyakit ini sebab hal tersebut akan berpengaruh pada kesembuhan penderita

  3. tolong kirim hal-hal yang berkaitan dengan penyakit ini ke peduli_schizo@yahoo.co.id

  4. dari sejak kecil saya suka menghayal. sampai umur 31 tahun ini. bahkan hayalan saya berkembang walaupun saya berusaha untuk menghilangkannya. soal bergaul saya juga banyak kesulitan, malah lebih sering dapat musuh daripada teman. saya bahkan sudah sering mau dipecat dari pekerjaan. kalau bukan karena bapak saya yang banyak punya teman mungkin saya ngak bakalan bisa bertahan. sering kali saya merasa putus asa. saya juga nggak pernah dalam hidup ini merasakan cinta yang sesungguhnya. saya mau tanya apakah ini yang disebut skizofrenia? kalau memang ya, bagaimanan saya bisa semnuhkan diri

  5. menarik sekali,,tp sebenarnya dr kecil saya jug sering menghayal sama dengan adik saya,,jadi kami berdua memiliki teman khayal yang kami bentuk sendiri misalnya dr karakter, wataknya..Menurut Anda, saya termasuk skizofren??

  6. tolong dkikirimi juga hal2 yang berkaitan dengan penyakit tersebut diatas.
    apakah penyakit ini bisa menurun kepada anaknya kelak?

  7. saya punya seorang teman yang tanpa sebab apapun tiba-tiba dia mendiamkan saya hingga berbulan-bulan, katanya saya melakukan hal -hal yang menyakiti hatinya dan dia memaparkan apa saja yang pernah saya lakukan terhadapnya (tapi saya merasa ga pernah melakukan hal itu). dalam bicaranya pun dia juga sering berbohong, berkata kasar dan teriak-teriak, dia juga sering mengaku bisa melihat jin, tatapanya kosong dan sangat cuek tapi hanya kepada saya, dia juga sering menyindir saya. apakah dia menderita skizofren

  8. bu lusi, kalau orang yang suka berkhayal dan menciptakan karakter-karakter orang yang dianggap bisa memberikan masukan bagi penyelesaian masalah yang dihadapi itu termasuk dalam kategori skizofren ga?? makasih. JAYA PSIKOLOGI

  9. hi, saya ingin tau ttg skizo dong…..karena saya punya saudara begitu..apakah trik2nya untuk penyembuhan??/n apakah ad perkumpulannya…thanks n apakah obal rispedal aman untuk dikonsumsi secara continue???

  10. why so serious ?

  11. saya lulusan psikologi n sangat suka tentang skizofrenia. kalau ada pengetahuan yang baru, tolong di kirim ke email saya. terimakasih..naelly_0709@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: